TUGAS 4
MANAJEMEN
KELAS DI SD
Tentang
ASPEK, FUNGSI,
DAN FAKTOR MANAJEMEN KELAS

Oleh:
RESI HAYATI
1620158
7.4 PGSD
Dosen
Pembimbing:
Yessi
Rifmasari, M.Pd
SEKOLAH TINGGI
KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIAPADANG
2019
A. Fungsi Manajemen
Kelas
Secara umum, fungsi
manajemen kelas ditinjau dari analisis masalah adalah sebagai berikut:
1. Memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala tugas;
berarti bahwa aspek manajemen kelas yang dihadirkan bisa membantu tugas guru
untuk menunjukkan kinerja yang lebih baik.
2. Memelihara agar tugas-tugas guru dapat berjalan
dengan lancar; ini menunjukkan bahwa aspek manajemen kelas dapat
diklasifikasikan bentuk-bentuk tugas tertentu.
Fungsi diatas dapat
dijabarkan menjadi beberapa tugas yang harus dilakukan guru dalam kegiatan
manajemen kelas, yang meliputi:
1. Membantu kelompok dalam membagi tugas
2. Membantu pembentukan kelompok
3. Membantu kerja sama dalam menemukan tujuan-tujuan
organisasi
4. Membantu individu agar dapat bekerja sama dalam
kelompok atau kelas
5. Membantu prosedur kerja
6. Mengubah kondisi kelas
Dengan
demikian, manajemen kelas pada akhirnya bermuara pada pengaturan peserta didik,
dan produk-produk yang dihasilkan dalam manajemen kelas harus sesuai dengan
tujuan pembelajaran.
B. ASPEK MANAJEMEN KELAS
Adapun aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam
manajemen kelas adalah sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas,
tindakan selektif, dan kreatif.
Menurut Oemar Hamalik ada & aspek yang memiliki
fungsi berbeda dalam proses belajar mengajar, tetapi merupakan satu kesatuan
bulat, yaitu:
1. Aspek tujuan instruksional
2.
Aspek materi pelajaran
3.
Aspek metode dan strategi
pembelajaran
4.
Aspek ketenagaan, meliputi aspek
siswa, waktu, tempat, perlengkapan
5.
Aspek media instruksional
6.
Aspek penilaian
7. Aspek penunjang fasilitas
Menurut
Lois V. Johnson dan May Bany mengemukakan aspek-aspek yang perlu diperhatikan
dalam pengelolaan kelas:
a. Sifat-sifat
kelas
b. Kekuatan
pendorong kekuatan kelas
c. Memahami
situasi kelas
d. Mendiagnosis
situasi kelas
e. Bertindak
selektif
f. Bertindak
kreatif
g. Untuk
memperbaiki kondisi kelas.
Aspek – aspek Manajemen Kelas Adapun
kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam manajemen kelas sebagai
aspek-aspek manajemen kelas yang tertuang dalam petunjuk pengelolaan kelas
adalah sebagai berikut:
a.
Mengecek
kehadiran siswa Siswa dilihat keberadaannya satu persatu terutama diarahkan
untuk melihat kesiapannya dalam mengikuti proses belajar mengajar, kesiapan
secara fisik terutama mental karena dengan perhatian dari awal akan memberikan
dorongan kepada mereka untuk dapat mengikuti kegiatan dalam kelas dengan baik.
b.
Mengumpulkan
hasil pekerjaan siswa, memeriksa dan menilai hasil pekerjaan Pekerjaan yang
sudah diberikan hendaknya dengan cepat dikumpulkan dan diberikan komentar
singkat sehingga rasa penghargaan yang tinggi dapat memberikan motivasi atas kerja
yang sudah dilakukan.
c.
Pendistribusian
bahan dan alat Apabila ada alat dan bahan belajar yang harus didistribusikan
maka secara adil dan proporsional setiap siswa memperoleh kesempatan untuk
melakukan praktik atau menggunakan alat dan bahan dalam proses belajarnya.
d.
Mengumpulkan
informasi dari siswa Banyak informasi yang berguna bagi guru dan bagi siswa itu
sendiri yang dapat diperoleh dari sswa baik yang berupa informasi tentang
pribadi siswa maupun berkaitan dengan pekerjaan - pekerjaan siswa yang harus
dan sudah dikerjakan.
e.
Mencatat
data Data-data siswa baik secara perorangan maupun kelompok yang menyangkut
individu maupun pekerjaan sangat penting untuk dicatat karena akan mendukung
guru dalam memberikan evaluasi akhir terhadap pencapaian hasil pekerjaan siswa.
f.
Pemeliharaan
arsip Arsip-arsip tentang kegiatan dalam kelas disimpan dan ditata dengan rapi
dan dipelihara sebagai tanggungjawab bersama sehingga dapat memberikan
informasi baik bagi guru maupun bagi siswa.
g.
Menyampaikan
materi pembelajaran tugas utama guru adalah memberikan informasi tentang bahan
belajar yang harus dilakukan siswa dengan teratur dan dapat menggunakan
berbagai media dan informasi yang ada dalam kelas.
h.
Memberikan
tugas / PR Penugasan adalah proses memberikan tanggungjawab kepada siswa untuk
melakukan kegiatan secara mandiri dan dapat mengevaluasi kemampuan secara
sendiri.
C.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MANAJEMEN KELAS
Berhasilnya manajemen kelas dalam
memberikan dukungan terhadap pencapaian tujuan pembelajaran yang akan dicapai,
banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor- faktor tersebut melakat pada
kondisi fisik kelas dan pendukungnya, juga dipengaruhi oleh faktor non fisik
(sosio-emosional) yang melekat pada guru.
Untuk mewujudkan pengelolaan kelas yang baik,
ada beberapa faktor yang mempengaruhinya antara lain:
1.
Kondisi
fisik
Lingkungan
fisik tempat belajar mempunyai pengaruh penting terhadap hasil pembelajaran.
Lingkungan fisik yang menguntungkan dan memenuhi syarat minimal mendukung
meningkatnya intensitas proses pembelajaran dan mempunyai pengaruh positif
terhadap pencapaian tujuan pengajaran. Lingkungan fisik yang dimaksud meliputi:
a.
Ruangan
tempat berlangsungnya proses belajar mengajar
Ruangan
tempat belajar harus memungkinkan semua siswa bergerak leluasa
Tidak
berdesak-desakan dan saling menganggu antara siswa yang satu dengan lainnya
pada saat melakukan aktivitas belajar. Besarnya ruangan kelas tergantung pada
jenis kegiatan dan jumlah siswa yang melakukan kegiatan. Jika ruangan itu
tersebut mempergunakan hiasan, pakailah hiasan-hiasan yang mempunyai nilai
pendidikan.
b.
Pengaturan
tempat duduk
Dalam
mengatur tempat duduk yang penting adalah memungkinkan terjadinya tatap muka,
dengan demikian guru dapat mengontrol tingkah laku siswa. Pengaturan tempat
duduk akan mempengaruhi kelancaran proses belajar mengajar.
c.
Ventilasi
dan pengaturan cahaya Suhu, ventilasi dan penerangan (kendati pun guru sulit
mengatur karena sudah ada) adalah aset penting untuk terciptamya suasana
belajar yang nyaman. Oleh karena itu, ventilasi harus cukup menjamin kesehatan
siswa.
Pengaturan
penyimpanan barang-barang Barang-barang hendaknya disimpan pada tempat khusus
yang mudah dicapai kalau segera diperlukan dan akan dipergunakan bagi
kepentingan belajar. Barang- barang yang karena nilai praktisnya tinggi dan
dapat disimpan di ruang kelas seperti buku pelajaran, pedoman kurikulum, kartu
pribadi dan sebagainya, hendaknya ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak
mengganggu gerak kegiatan siswa.Tentu saja masalah pemeliharaan juga sangat
penting dan secara periodik harus dicek dan recek.
Kondisi
lingkungan fisik tempat belajar memberikan pengaruh terhadap hasil bejar anak.
Guru harus dapat menciptakan lingkungan yang membantu perkembangan pendidikan
peserta didik. Ruang tempat berlangsungnya pembelajaran ; ruang kelas, ruang laboratorium,
ruang serbaguna/ aula, pengaturan tempat duduk, pola berderet atau
berbaris-belajar, pola susun berkelompok, pola formasi tapal kuda, pola
lingkaran atau persegi, ventilasi dan pengaturan cahaya, pengaturan penyimpanan
barang- barang.
2.
Kondisi
Sosio
Emosional Kondisi sosio emosional dalam kelas
akan mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap proses belajar mengajar,
kegairahan siswa dan efektifitas tercapainya tujuan pengajaran.
Kondisi
sosio - emosional tersebut meliputi :
a.
Tipe
kepemimpinan Peranan guru dan tipe kepemimpinan guru akan mewarnai suasana
emosional di dalam kelas. Apakah guru melaksanakan kepemimpinannya secara
demokratis, laisez faire atau demokratis. Kesemuanya itu memberikan dampak
kepada peserta didik.
b.
Sikap
guru Sikap guru dalam menghadapi siswa yang melanggar peraturan sekolah
hendaknya tetap sabar, dan tetap bersahabat dengan suatu keyakinan bahwa
tingkah laku siswa akan dapat diperbaiki. Kalaupun guru terpaksa membenci,
bencilah tingkah lakunya bukan membenci siswanya. Terimalah siswa dengan hangat
sehingga ia insyaf akan kesalahannya. Berlakulah adil dalam bertindak. Ciptakan
satu kondisi yang menyebabkan siswa sadar akan kesalahannya sehingga ada
dorongan untuk memperbaiki kesalahannya.
c.
Suara
guru Suara guru, walaupun bukan faktor yang besar, turut mempengaruhi dalam
proses belajar mengajar. Suara yang melengking tinggi atau senantiasa tinggi
atau malah terlalu rendah sehingga tidak terdengar oleh siswa akan
mengakibatkan suasana gaduh, bisa jadi membosankan sehingga pelajaran cenderung
tidak diperhatikan. Suara hendaknya relatif rendah tetapi cukup jelas dengan
volume suara yang penuh dan kedengarannya rileks cenderung akan mendorong siswa
untuk memperhatikan pelajaran, dan tekanan suara hendaknya bervariasi agar
tidak membosankan siswa.
d.
Pembinaan
hubungan baik (raport) Pembinaan hubungan baik (raport) antara guru dan siswa
dalam masalah pengelolaan kelas adalah hal yang sangat penting. Dengan
terciptanya hubungan baik guru-siswa, diharapkan siswa senantiasa gembira,
penuh gairah dan semangat, bersikap optimistik, relaistik dalam kegiatan
belajar yang sedang dilakukannya serta terbuka terhadap hal-hal yang ada pada
dirinya.
Kondisi
sosio - emosional akan mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap proses
belajar mengajar, kegairahan siswa dan efektivitas tercapainya tujuan
pengajaran. Sikap guru, sikap yang diperlihatkan oleh guru di depan kelas atau
di luar kelas yang akan mempengaruhi mod anak, apakah anak merasa tertarik
dengan sikap guru atau malah tidak tertarik. Sikap yang baik sebagai seorang
guru, bapak/ibu, kakak, orang dewasa yang memberikan bimbingan tentunya adalah
hal yang paling baik diperlihatkan. Pembinaan hubungan baik, hubungan antara
guru dengan murid harus dibangun berdasarkan fungsi masing-masing dalam konteks
belajar mengajar dikelas, akan tetapi apabila memungkinkan dapat juga dibangun
sifat-sifat kekeluargaan dan keakraban yang menyebabkan siswa merasa nyaman dan
aman berhubungan seperti dengan ibu dan bapaknya dirumah.
3.
Kondisi
Organisasional
Kegiatan
rutin yang secara organisasional dilakukan baik tingkat kelas maupun tingkat
sekolah akan dapat mencegah masalah pengelolaan kelas. Dengan kegiatan rutin
yang telah diatur secara jelas dan telah dikomunikasikan kepada semua siswa
secara terbuka sehingga jelas pula bagi mereka, akan menyebabkan tertanamnya
pada diri setiap siswa kebiasaan yang baik. Di samping itu mereka akan terbiasa
bertingkah laku secara teratur dan penuh disiplin pada semua kegiatan yang
bersifat rutin itu.
Kegiatan
rutinitas tersebut anatar lain:
a.
Pergantian
pelajaran
b.
Guru
berhalangan hadir
c.
Masalah
antar siswa
d.
Upacara
bendera
e.
Kegiatan
lain.
DAFTAR PUSTAKA
Prihatin, Eka. 2011. Manajemen peserta didik.
Bandung : alfabeta.
Sagala, syaiful. 2003. Konsep dan makna
pembelajaran. Bandung ; alfabeta
Sangat bermanfaat kak
BalasHapusTerima kasih ukhti..
BalasHapusSangat bagus kak
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat kak👍
BalasHapusSangat bermanfaat 👍
BalasHapusSangat bermanfaat kak, terima kasih
BalasHapusmateri nya bagus,
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusMaterinya bermanfaat kak
BalasHapussangat bermanfaat kak.. semoga bisa diterapkan
BalasHapusMaterinya bagus dan bemanfaat
BalasHapusTerimakasih
HapusSngat brmnfaat
BalasHapusSangat bermanfaat sekali
BalasHapusTerimakasih
HapusSangat bermanfaat, terima kasih
BalasHapusMaterinya lengkap dan sangat bagus
BalasHapusTerimakasih
BalasHapus