TUGAS
MANAJEMEN KELAS DI SD
Tentang
Membina Hubungan Sekolah dengan
Masyarakat
dalam Melaksanakan Disiplin Sekolah
Oleh
:
Resi
Hayati
1620158
Dosen Pengampu :
Yessi Rifmasari, M.Pd
Kelas : VII.4 PGSD
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
ADZKIA
PADANG
2019
MEMBINA HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN DISIPLIN
SEKOLAH
A. Pengertian Hubungan Sekolah dan Masyarakat
Hubungan sekolah dan masyarakat adalah
suatu proses komunikasi antara sekolah dengan masyarakat untuk meningkatkan
pengertian masyarakat tentang kebutuhan serta kegiatan pendidikan serta
mendorong minat dan kerjasama untuk masyarakat dalam peningkatan dan
pengembangan sekolah. Kindred, balgin dan Gallagher mendefinisikan “hubungan
sekolah dan masyarakat ini sebagai usaha kooperatif untuk menjaga dan
mengembangkan saluran informasi dua arah yang efisien serta saling pengertian
antara sekolah, personel sekolah dengan masyarakat”
Definisi tersebut diatas mengandung
beberapa elemen penting, sebagai berikut:
1.
Adanya kepentingan yang sama antara
sekolah dengan masyrakat. Masyarakat memerlukan sekolah untuk menjamin bahwa
anak-anak sebagai generasi penerus akan dapat hidup lebih baik, demikian pula
sekolah.
2.
Untuk memenuhi harapan masyarakat itu,
masyarakat perlu berperan serta dalam pengembangan sekolah. Yang dimaksud peran
serta sekolah adalah kepedulian masyarakat tentang hal-hal yang terjadi
disekolah, serta tindakan membangun dalam perbaikan sekolah.
3.
Untuk meningkatkan peran serta itu
diperlukan kerja sama yang baik, melalui komunikasi dua arah yang efisien.
Lembaga pendidikan
Islam merupakan lembaga pendidikan yang akhir-akhir ini memiliki tingkat
kpercayaan dari masyarkat. Karena Kepercayaan masyarakat menjadi salah satu
kunci kemajuan lembaga pendidikan Islam. Ketika masyarakat memiliki kepercayaan
terhadap lembaga pendidikan Islam, maka mereka akan mendukung penuh bukan saja
dengan memasukkan putra-putrinya ke dalam lembag pendidikan tersebut, tetapi
bahkan mempengaruhi orang lain untuk melakukan hal yang sama. Sebaliknya,
ketika masyarakat tidak percaya, mereka bukan hanya tidak mau memasukkan
putra-putrinya ke lembaga pendidikan tersebut, tetapi bahkan memprovokasi
tetangga atau lingkungan sekitarnya. Ini berarti masyarakat merupakan komponen
strategis yang harus mendapat perhatian penuh oleh manajer pendidikan Islam.
B. Bentuk Opersional Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
1.
Di bidang Sarana Akademik
Tinggi rendahnya prestasi lulusan (kualitas maupun kuantitas), penelitian,
karya ilmiah (lokal, nasional, internasiona), jumlah dan tingkat kesarjanaan
pendidiknya, sarana dan prasarana akademik termasuk laboratorium dan
perpustakaan atau proses belajar mengajar, SB yang mutakhir serta teknologi
instruksional yang mendukung PBM, termasuk ukuran prestasi dan prestise-nya.
2.
Di bidang Sarana Pendidikan
Gedung atau bangunan sekolah termasuk ruang belajar, ruang praktikum,
kantor dan sebagainya beserta perabot atau mebeuler yang memadai akan memiliki
daya tarik tersendiri bagi popularitas sekolah.
3.
Di bidang Sosial
Partisipasi sekolah dengan masyarakat sekitarnya, seperti kerja bakti,
perayaan-perayaan hari besar nasional atau keagamaan, sanitasi dan sebagainya
akan menambah kesan masyarakat sekitar akan kepedulian sekolah terhadap
lingkungan sekitar sebagai anggota masyarakat yang senantiasa sadar lingkungan
demi baktinya terhadap pembangunan masyarakat
4.
Kegiatan Karya Wisata
Kegiatan karya wisata juga bisa dijadikan sarana hubungan sekolah dengan
masyarakat, seperti membawa spanduk serta atribut sekolah sampai keluar daerah
menyababkan nama sekolah dapat dikenal lebih luas sampai luar kota. Bahkan
tertib sopan santun para siswanya di perjalanan akan mendapat kesan tersendiri
dari masyarakat yang disinggahi dan dilaluinya.
5.
Kegiatan Olah Raga dan Kesenian
Juga dapat merupakan sarana hubungan sekolah dengan masyarakat, misalnya
dalam porseni dan lomba antar sekolah akan membawa keunggulan sekolah dan
membawa nama harum sekolah tersebut.
6.
Menyediakan fasilitas sekolah untuk
kepentingan masyarakat sekitar sepanjang tidak mengganggu kelancaran PBM,
demikian sebaliknya fasilitas yang ada di masyarakat sekitarnya dapat digunakan
untuk kepentingan sekolah.
7.
Mengikutsertakan tokoh-tokoh masyarakat
dalam kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler sekolah, baik secara langsung
maupun tidak langsung. Dan masih banyak lagi kegitan operasional hubungan
sekolah dengan masyarakat yang dikreasikan sesuai situasi, kondisi serta
kemampuan pihak-pihak terkait.
dalam panduan
manajemen sekolah, di sebutkan cara-cara berikut untuk berhubungan dengan
masyarakat.
a.
Melaksanakan program-program
kemasyarakatan, seperti kebersihan lingkungan
b.
Mengadakan Open House, yang
member kesempatan kepada masyarakat luas untuk mengetahui program sekolah,
c.
Menerbitkan bulletin sekolah, majalah,
atau lembar informasi yang secara berkala memuat kegiatan dan program sekolah
untuk diinformasikan kepada masyarakat
d.
Mengundang tokoh untuk menjadi pembicara
atau Pembina suatu program sekolah,
e.
Membuat program kerjasama sekolah dengan
masyarakat, misalnya perayaan hari-hari nasional dan perayaan keagamaan.
C. Jenis Kegiatan Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
1.
Kegiatan Eksternal
Kegiatan ini selalu berhubungan atau ditujukan kepada instansi atasan dan
masyarakat di luar sekolah. Ada dua kemungkinan yang bisa dilakukan dalam hal
ini yakni:
a.
Indirect act adalah kegiatan hubungan
sekolah dengan masyar\akat melalui perantara media tertentu seperti misalnya:
informasi lewat televisi, penyebaran informasi lewat radio, penyebaran
informasi melalui media cetak, pameran sekolah dan berusaha independen dalam
penerbitan majalah atau buletin sekolah.
b.
Direct act adalah kegiatan hubungan
sekolah dengan masyarakat melalui tatap muka, misalnya: rapat bersama dengan
komitte sekolah, konsultasi dengan tokoh masyarakat, melayani kunjungan tamu
dan sebagainya.
2.
Kegiatan
Internal
Kegiatan ini merupakan publisitas ke dalam, sasarannya adalah warga sekolah
yang bersangkutan yaitu para pendidik, karyawan, dan peserta didik. Kegiatan
ini juga dapat dilakukan dengan dua kemungkinan yakni:
a.
Indirect act adalah kegiatan internal
melalui penyampaian informasi melalui surat edaran; penggunaan papan pengumuman
di sekolah; penyelenggaraan majalah dinding; menerbitkan buletin sekolah untuk
dibagikan pada warga sekolah; pemasangan iklan/pemberitahuan khusus melalui
media massa; dan kegiatan pentas seni.
b.
Direct act adalah kegiatan internal yang
dapat berupa: rapat dewan guru; upacara sekolah; karyawisata/rekreasi bersama;
dan penjelasan pada berbagai kesempatan
Banyak orang berpendapat bahwa hubungan
kerja sama antara sekolah dan masyarakat hanyalah dalam hal mendidik anak
belaka. Padahal hubungan antara sekolah dan masyarakat itu mengandung arti
yang lebih luas dan mencakup beberapa bidang. Hubungan kerja sama antara
sekolah dan masyarakat itu dapat digolongkan menjadi 3 hubungan, yaitu :
1.
Hubungan edukatif, ialah hubungan kerja
sama dalam hal mendidik murid antara guru di sekolah dan orang tua di dalam
keluarga. Adanya hubungan ini dimaksudkan agar tidak terjadi perbedaan prinsip
atau bahkan pertentangan yang dapat mengakibatkan keraguan-keraguan pendirian
dan sikap pada diri anak atau murid
2.
Hubungan kultural, ialah usaha kerja
sama antara sekolah dan masyarakat yang memungkinkan adanya saling membina dan
mengembangkan kebudayaan masyarakat tempat sekolah itu berada. Sekolah
merupakan suatu lembaga yang seharusnya dapat dijadikan alat ukur bagi
maju-mundurnya kehidupan, cara berpikir, kepercayaan, kesenian, adat istiadat
dan sebagainya. Kegiatan- kegiatan kurikulum sekolah disesuaikan dengan
kebutuhan dan tuntutan perkembangan masyarakat.
3.
Hubungan institusional, yakni hubungan
kerja sama antara sekolah dengan lembaga-lembaga atau instansi-instansi resmi
lain baik swasta maupun pemerintah. Dengan adanya hubungan ini, sekolah dapat
meminta bantuan dari lembaga-lembaga lain yang berkaitan dengan pengadaan dan
pengembangan materi kurikulum maupun bantuan yang berupa fasilitas serta
alat-alat yang diperlukan bagi kelancaran pelaksanaan program sekolah.
Dengan dilaksanakannya ketiga jenis hubungan sekolah dan masyarakat
diharapkan sekolah tidak lagi selalu ketinggalan dengan perubahan dan tuntutan
masyarakat yang senantiasa berkembang. Adanya hubungan sekolah dan masyarakat
ini dimaksudkan pula agar proses belajar yang berlaku di sekolah mengalami
perubahan dari proses belajar dengan cara menyuapi dengan bahan pelajaran yang
ada menjadi proses belajar yang inofatif. Anak-anak dididik untuk
berpartisipasi dalam arti luas di dalam kehidupan masyarakat dan dapat
mengantisipasi kehidupan masyarakatnya yang akan datang.
D. Tujuan Hubungan Sekolah dan Masyrakat
Tujuan hubungan sekolah dan masyarakat dapat dikelompokkan menjadi tiga
tujuan pokok, yaitu :
1)
Mengambangkan Mutu Belajar dan
Petumbuhan Anak-Anak
Untuk mengembakangkan mutu belajar dan pertumbuhan anak-anak hendaknya
personil sekolah mengetahui benar-benar kondisi masyarkat lingkungan hidup
anak-anak yang sangat penting bagi program pendidikan. Kepala Sekolah dan
guru-guru hendaknaya mengikutsertakan masyarakat untuk dapat bekerja sama dan
memanfaatkan sumber-sumber di dalam masyarakat yang diperlukan untuk memperkaya
program sekolah. Selain itu mengembangkan mutu belajar sekolah hendaknya dapat
bekerja sama dengan organisasi-organisasi atau instansi-instansi lain di dalam
masyarakat, yang mempunyai tugas dan kepentingan yang sama terhadap pendidikan
anak-anak. Dan bahan pengajaran yang diberikan kepada peserta didik bukanlah
bahan yang statis dan usang, melainkan merupakan bahan yang fungsional dan
akurat bagi kebutuhan murid itu sekarang dan kehidupan akan datang.
2)
Meningkatkan Tujuan dan Mutu Kehidupan Masyarakat
Di dalam masyarakat yang demokratis, sekolah seyogayanya dapat menjadikan
dirinya sebagai pelopor dan pusat perkembangan bagi perubahan-perubahan
masyarakat dalam bidang ekonomi, kebudayaan, teknologi dan sebagai ke tingkat
yang tinggi. Bukan sekolah yang harus mengekor secara pasif kepada perkembangan
masyarakat, tetapi sebaliknya sekolahlah justru yang harus memelopori bagaimana
dan kemana masyarakat itu harus dikembangkan.
3)
Mengembangkan Pengertian, Antusiasme dan
Partisipasi Masyarakat
Pengertian, antusiasme dan partisipasi masyarakat tersebut sangat penting,
apalagi bagi masyarakat kita yang pada umumnya masih belum menyadari bahwa
tugas dan tanggung jawab pendidikan anak-anak adalah juga tugas dan tanggung
jawab masyarakat di samping sekolah dan pemerintah.
Selain itu, hubungan
sekolah dengan masyarakat bertujuan antara lain sebagai berikut:
a)
Memajukkan kualitas pembelajaran dan
pertumbuhan anak
b)
Memperkukuhkan tujuan serta meningkatkan
kualitas hidup dan penghidupan masyarakat
c)
Menggairahkan masyarakat untuk menjalin
hubungan dengan sekolah
Untuk merealisasikan
tujuan yang baik antara sekolah dengan masyarakat adalah dengan membangun
kerjasama dengan jujur, mulia, mencakup segala yang dibutuhkan, komprehesif,
sensitive terhadap masyarakat, dan dapat dipahami oleh masyarakat. Cara laian
yang dapat ditempuh untuk membangun hubungan yang baik dengan masyarakat adalah
dengan melakukan sosialisasi secara realistis argumentative, kepada masyarakat
tentang program-program ideal yang telah dilaksanakan. Jadi masyarakat bisa
diyakinkan dan kemudian menyatakan dukungan kepada kebijakan-kebijakan sekolah
melalui program-program yang telah disampaikan tersebut.
DAFTAR
PUSTAKA
Erjati Abas, Hi.
Drs.,M.Ag. 2012. Menuju Sekolah Mandiri. Jakarta : PT. Elex Media Komputindo.
Padil, Moh dan Triyo
Supriayatno. 2010. Sosiologi Pendidikan.
Malang :
UIN-Maliki Press.
UIN-Maliki Press.
Suryosubroto, B. Drs.
2012. Hubungan Sekolah dengan Masyarakat (School Public Relations). Jakarta
: PT Rineka Cipta.
