TUGAS
MANAJEMEN
KELAS DI SD
Tentang
MANAJEMEN
KELAS

Oleh:
RESI HAYATI
1620158
7.4 PGSD
Dosen
Pembimbing:
Yessi
Rifmasari, M.Pd
SEKOLAH TINGGI
KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIAPADANG
2019
A. Konsep Manajemen Kelas
Manajemen atau
pengelolaan diartikan proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk
mencapai sasaran. Sedangkan kelas diartikan secara umum sebagai sekelompok
siswa yang ada pada waktu yang sama menerima pelajaran yang sama dari guru yang
sama pula. Dalam arti sempit kelas menunjukan suatu ruangan (dibatasi 4
dinding) atau tempat dimana murid-murid belajar, tiap bangunan sekolah di bagi
kedalam ruangan-ruangan bagunan yang menunjukan ruangan kelas. Dalam arti luas
kelas dapat pula diartikan sebagai kegiatan pembelajaran yang diberikan oleh
guru kepada murid-murid dalam sutau ruangan untuk sutau tingkat tertentu pada
jam tertentu. Kelas yang dimaksudkan disini adalah mencakup kedua pengertian
tersebut, yaitu hanya sebagai ruangan yang menunjukan tingkatan tertentu, akan
tetapi juga menunjukan kegiatan pembelajaran yang berlangsung.
Dengan demikian,
manajemen kelas adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana
belajar mengajar yang efektif dan menyenangkan serta dapat memotivasi siswa
untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan. Atau dapat dikatakan bahwa
manajemen kelas merupakan usaha sadar untuk mengatur kegiatan proses belajar
mengajar secara sistematis. Usaha sadar itu mengarah pada penyiapan bahan
belajar, penyiapan sarana dan alat peraga, pengaturan ruang belajar, mewujudkan
situasi/kondisi proses belajar mengajar dan pengaturan waktu sehingga
pembelajaran berjalan dengan baik dan tujuan kurikuler dapat tercapai.
Konsep dasar yang
perlu dicermati dalam manajemen kelas adalah penempatan individu, kelompok,
sekolah dan faktor lingkungan yang mempengaruhinya. Tugas guru seperti
mengontrol, mengatur atau mendisiplinkan peserta didik adalah tindakan yang
kurang tepat lagi untuk saat ini. Sekarang aktivitas guru yang terpenting
adalah memanaj, mengorganisir dan mengkoordinasikan segala aktivitas peserta
didik menuju tujuan pembelajaran. Mengelola kelas merupakan keterampilan yang
harus dimiliki guru dalam memutuskan, memahami, mendiagnosis dan kemampuan
bertindak menuju perbaikan suasana kelas terhadap aspek-aspek manajemen kelas.
Adapun aspek aspek
yang perlu diperhatikan dalam manjemen kelas adalah sifat kelas, pendorong
kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan selektif dan kreatif. Manajemen Kelas
adalah rentetan kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan organisasi
kelas yang efektif, yaitu meliputi : tujuan pengajaran, pengaturan waktu,
pengaturan ruangan dan peralatan, dan pengelompokan siswa dalam belajar.
Manajemen Kelas adalah kegiatan pengelolaan perilaku murid-murid, sehingga
murid-murid dapat belajar (E.C. Wragg : v)
Dari Wilford A.
Weber : 1986 manajemen kelas adalah :
a. Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan
ketertiban suasana kelas melalaui penggunaan disiplin (pendekatan otoriter)
b. Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan dan mempertahankan
ketertiban suasana kelas melalui intimidasi pendekatan intimidasi) Seperangkat
kegiatan guru untuk memaksimalkan kebebasan siswa (pendekatan permisif)
c. Seperangkat kegiatan guru menciptakan suasana kelas dengan cara
mengikuti petunjuk/resep yang telah disajikan (pendekatan buku masak)
d. Seperangkat kegiatan guru untuk menciptakan suasana kelas yang
efektif melalui perencanaan pembelajaran yang bermutu dan dilaksanakan dengan
baik (pendekatan instruksional)
e. Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan tingkah laku
peserta didik yang diinginkan dengan mengurangi tingkah laku yang tidak
diinginkan (pendekatan perubahan perilaku)
f. Seperangkat kegiatan guru untuk mengembangkan hubungan
interpersonal yang baik dan iklim sosio-emosional kelas yang positif
(pendekatan penciptaan iklim sosio-emosional)
g. Seperangkat kegiatan guru untuk menumbuhkan dan mempertahankan
organisasi kelas yang efektif (pendekatan sistem sosial)
B. Tujuan Manajemen Kelas
Manajemen kelas
pada umumnya bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam
pencapaian tujuan pembelajaran. Adapun kegiatan pengelolaan fisik dan
pengelolaan sosio-emosional merupakan bagian dalam pencapaian tujuan
pembelajaran dan belajar siswa.
Tujuan manajemen
kelas : (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen : 1996)
1) Mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan
belajar maupun sebagai kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk
mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin
2) Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi
terwujudnya interaksi pembelajaran
3) Menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang
mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan social,
emosional dan intelektual siswa dalam kelas.
4) Membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang
social, ekonomi, budaya serta sifat-sifat individualnya.
C. Proses Manajemen Kelas
1. Perencanaan
Kriteria :
a.
Tujuan,
manfaat, hasil yang dicapai sasaran yang dirumuskan secara jelas.
b.
Pedoman
manajemen kelas disusun secara jelas dan dapat diaplikasikan oleh pengguna.
c.
Standar kinerja
guru yang disusun dapat diaplikasikan oleh pengguna.
d.
Standar kinerja
guru yang disusun dapat diaplikasikan dan terukur.
e.
Sumber daya
utama dan pendukung pelaksana pembelajaran dikelas dipersiapkan sedemikian rupa
untuk pelaksanaan kegiatan yang efektif dan efesien.
2.
Pelaksanaan
Kriteria :
a. Satuan waktu pelajaran ditetapkan
sesuai denga substansi dan tujuan kegiatan.
b. Penentuan sumber daya disesuaikan
dengan substansi dan tujuan kegiatan pembelajaran.
c. Alokasi sumber daya kelas didasari atas
pertimbangan efisiensi dan efektivitas.
d. Implementasi program pembelajaran di
kelas konsisten dengan perencanaan yang telah dibuat.
3. Evaluasi
Kriteria :
a. Instrumen evaluasi pembelajaran disusun
sesuai dengan tujuan dan cakupan substansi kegiatan.
b. Untuk kegiatan pembelajaran tertentu,
evaluasi mencakup pre-test untuk mengukur nilai tambah setiap sesi
pembelajaran.
c. Dilakukan analisis kesenjangan antara
kompetensi dan kinerja yang diharapkan dengan nyata.
d. Setiap kegiatan dievaluasi pembelajaran
dilaporkan kepada pihak-pihak yang berkepentingan, terutama kepala sekolah,
staf orang tua dan siswa.
4. Tindak Lanjut
Kriteria :
a.
Hasil evaluasi
menjadi acuan penyempurnaan program pembelajaran dan manajemen kelas.
b.
Evaluasi hasil
menjadi acuan perencanaa baru program pembelajaran dan manajemen kelas.
D. Strategi Manajemen Kelas
Strategi
Pembelajaran adalah rangkaian kegiatan dalam proses pembelajaran tyang terkait
dengan pengelolaan siswa di kelas, pengelolaan guru, pengelolaan kegiatan
pembelajaran, pengelolaan lingkungan belajar, pengelolaan sumber belajar dan
penilaian (asesmen) agar pembelajaran lebih efektif dan efisien sesuai dengan
tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Strategi pembelajaran erat hubungannya
dengan Tehnik pembelajaran. Tehnik pembelajaran adalah Implementasi dari metode
pembelajaran yang secara nyata berlangsung di dalam, tempat terjadinya proses
pembelajaran.
Strategi
Pengelolaan Kelas dalam pembelajaran harus meningkatkan kemampuan belajar siswa
antara lain
1) Menciptakan suasana atau kondisi kelas yang optimal Seorang guru
harus bisa menciptakan suasana atau kondisi dari kondisi interaksi pendidikan
dengan jalan menciptakan kondisi baru yang menguntungkan proses belajar
mengajar sehingga siswa bersemangat dalam belajarnya. Keterampilan yang harus
dimiliki guru yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi
belajar adalah sikap tanggap, membagi perhatian, dan pemusatan perhatian
kelompok.
2) Berusaha menghentikan tingkah laku siswa yang menyimpang.
Seorang guru melakukakn identifikasi masalah dengan jalan berusaha memahami dan
menyelidiki penyimpangan tingkah laku siswa yang mengganggu kelancaran proses
belajar mengajar di kelas. Sekolah itu guru memberikan teguran dan bimbingan
serta pengarahan-pengarahan agar tercipta tingkah laku siswa yang mendukung
kelancaran proses belajar mengajar.
3) Menciptakan Disiplin Kerja Pembinaan disiplin kelas atau
pencegahan terjadinya pelanggaran disiplin kelas atau pencegahan terjadinya
pelanggaran disiplin bisa dilakukan dengan cara membuat tata tertib kelas.8 d.
Menciptakan Keharmonisan antara guru dengan siswa Keharmonisan hubungan guru
dengan siswa mempunyai efek terhadap pengelolaan kelas terutama dalam
meningkatkan efektifitas belajar mengajar.
Hubungan guru dan
siswa dikatakan baik apabila hubungan itu memiliki sifatsifat sebagai berikut :
a) Saling keteergantungan antara satu dengan yang lain
b) Kebebasan yang memperbolehkan setiap orang tumbuh dan
mengembangkan keunikannya, kreatifitasnya, dan kepribadiannya.
c) Saling memenuhi kebutuhan sehingga tidak ada kebutuhan satu
orangpun yang tidak terpenuhi.
DAFTAR
PUSTAKA
Evis Karwati. 2014.
Management Kelas. Bandung :
Cv Alfabeta
Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen. (1996). Pengelolaan
Kelas Seri Peningkatan Mutu 2. Jakarta : Depdagri dan Depdikbud.
Ornstein, Allan C. (1990). Strategies for Effective
Teaching. New york: Harper and Row Publisher Inc.
Suyono Dan Hariyanto. 2017. Belajar Dan
Pembelajaran. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Thomas Gordon 1990. Guru Yang Efektif Cara Untuk
Mengatasi Kesulitan Dalam Kelas. Jakarta: Rajawali Press.