A.
Pengertian
Prinsip Dalam Manajemen Kelas
Manajemen kelas adalah proses atau upaya yang dilakukan oleh seseorang guru
secara sistematis untuk menciptakan dan mewujudkan kondisi kelas yang dinamis
dan kondusif dalam rangka menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien. Manajemen
kelas adalah suatu upaya memberdayagunakan potensi kelas yang ada seoptimal
mungkin untuk mendukung proses interaksi edukatif mencapai tujuan pembelajaran.
Jadi dapat disimpulkan bahwa prinsip manajemen kelas adalah usaha guru untuk menata dan mengatur tata-laksana
kelas diawali dari perencanaan kurikulum, penataan prosedur dan sumber belajar,
pengaturan lingkungan kelas, memantau kemajuan siswa dan mengantisipasi
masalah-masalah yang mungkin timbul dikelas.
B.
Permasalahan dalam Prinsip Manajemen Kelas
1. Masalah Individual
a. Attention getting behaviors (pola perilaku mencari perhatian)
Seorang siswa yang gagal menemukan
kedudukan dirinya secara wajar dalam suasana hubungan sosial yang saling
menerima biasanya (secara aktif ataupun pasif) bertingkah laku mencari
perhatian orang lain.
b. Powerseeking behaviors (pola perilaku menunjukkan
kekuatan/kekuasaan)
Tingkah laku mencari kekuasaan sama
dengan perhatian yang destruktif, tetapi lebih mendalam. Pencari kekuasaan yang
aktif suka mendekat, berbohong, menampilkan adanya pertentangan pendapat, tidak
mau melakukan yang diperintahkan orang lain dan menunjukkan sikap tidak patuh
secara terbuka.
c. Revenge seeking behaviors (pola perilaku menunjukkan balas
dendam)
Siswa yang menuntut balas mengalami
frustasi yang amat dalam dan tidak menyadari bahwa dia sebenarnya mencari
sukses dengan jalan menyakiti orang lain. Keganasan, penyerangan secara fisik
(mencakar, menggigit, menendang) terhadap sesama siswa, petugas atau pengusaha,
ataupun terhadap binatang sering dilakukan anak-anak ini.
d. Helplessness (peragaan
ketidakmampuan) \
Siswa yang memperlihatkan
ketidakmampuan pada dasarnya merasa amat tidak mampu berusaha mencari sesuatu
yang dikehendakinya (yaitu rasa memiliki) yang bersikap menyerah terhadap
tantangan yang menghadangnya bahkan siswa ini menganggap bahwa yang ada
dihadapannya hanyalah kegagalan yang terus menerus.
2. Masalah
Kelompok
Ada tujuh masalah kelompok dalam
kaitannya dengan prinsip pengelolaan kelas yaitu :
a.
Kurangnya kekompakan
Kurangnya
kekompakan kelompok ditandai dengan adanya kekurang-cocokkan (konflik) diantara
para anggota kelompok.Konflik antara siswa-siswa dari kelompok yang berjenis
kelamin atau bersuku berbeda termasuk kedalam kategori kekurang-kompakan ini.
b.
Kesulitan mengikuti
peraturan kelompok
Jika suasana
kelas menunjukkan bahwa siswa-siswa tidak mematuhi aturan-aturan kelas yang
telah ditetapkan, maka masalah yang kedua muncul, yaitu kekurang mampu
mengikuti peraturan kelompok. Contoh masalah ini ialah berisik dan bertingkah
laku mengganggu.
c.
Reaksi negatif terhadap sesama anggota
kelompok
Reaksi
negatif terhadap anggota kelompok terjadi apabila ekspresi yang bersifat kasar
yang dilontarkan terhadap anggota kelompok yang tidak diterima oleh kelompok
itu, anggota kelompok yang menyimpang dari aturan kelompok atau anggota
kelompok yang menghambat kegiatan kelompok.
d.
Penerimaan kelompok atas tingkah laku yang
menyimpang
Penerimaan
kelompok atas tingkah laku yang menyimpang terjadi apabila kelompok itu
mendorong timbulnya dan mendukung anggota kelompok yang bertingkah laku
menyimpang dari norma-norma sosial pada umumnya
e.
Kegiatan anggota atau kelompok yang menyimpang
dari ketentuan yang telah ditetapkan
Masalah
kelompok anak timbul dari kelompok itu mudah terganggu dalam kelancaran
kegiatannya. Dalam hal ini kelompok itu mereaksi secara berlebihan terhadap
hal-hal yang sebenarnya tidak berarti atau bahkan memanfaatkan hal-hal kecil
untuk mengganggu kelancaran kegiatan kelompok itu. Contoh yang sering terjadi
ialah para siswa menolak untuk melakukan karena mereka beranggapan guru tidak
adil.
f.
Kurangnya semangat, tidak mau bekerja,
dan tingkah laku agresif atau protes.
Masalah
kelompok yang paling rumit ialah apabila kelompok itu melakukan protes dan
tidak mau melakukan kegiatan, baik hal itu dinyatakan secara terbuka maupun
terselubung.Permintaan penjelasan yang terus menerus tentang sesuatu tugas,
kehilangan pensil, lupa mengerjakan tugas rumah.
g.
Ketidak mampuan menyesuaikan diri terhadap
perubahan lingkungan
Ketidakmampuan
menyesuaikan diri terhadap lingkungan terjadi apabila kelompok (kelas) mereaksi
secara tidak wajar terhadap peraturan baru atau perubahan peraturan, pengertian
keanggotaan kelompok, perubahan peraturan, pengertian keanggotaan kelompok,
perubahan jadwal kegiatan, pergantian guru dan lain-lain
C. Kebijakan Tentang Prinsip Manajemen Kleas
Untuk mengatasi masalah dalam prinsip pengelolaan
kelas di atas, ada beberapa pendekatan yang dapat dilakukan diantaranya sebagai
berikut:
1. Behavior – Modification Approach (Behaviorism Apparoach)
Asumsi yang
mendasari penggunaan pendekatan ini adalah bahwa perilaku “baik” dan “buruk”
individu merupakan hasil belajar.Upaya memodifikasi perilaku dalam mengelola
kelas dilakukan melalui pemberian positive reinforcement (untuk membina
perilaku positif) dan negative reinforcement (untuk mengurangi perilaku
negatif). Namun demikian, dalam penggunaan reinforcement negatif seyogyanya
dilakukan secara hati-hati, karena jika tidak tepat malah hanya akan
menimbulkan masalah baru.
2.
Socio-Emotional
Climate Approach (Humanistic Approach)
Asumsi yang
mendasari penggunaan pendekatan ini adalah bahwa proses belajar mengajar yang
baik didasari oleh adanya hubungan interpersonal yang baik antara peserta didik
– guru dan atau peserta didik – peserta didik dan guru menduduki posisi penting
bagi terbentuknya iklim sosio-emosional yang baik.
3. Group Process Approach
Asumsi yang
mendasari penggunaan pendekatan ini adalah bahwa pengalaman belajar berlangsung
dalam konteks kelompok sosial dan tugas guru adalah membina dan memelihara
kelompok yang produktif dan kohesif. Richard A. Schmuck & Patricia A.
Schmuck mengemukakan prinsip – prinsip dalam penerapan pendekatan group proses,
yaitu :
a.
mutual expectations
b.
leadership
c.
attraction (pola persahabatan)
d.
norma
e.
communication
f.
cohesiveness.
4. Pendekatan Otoriter
Pandangan
yang otoriter dalam pengelolaan kelas merupakan seperangkat kegiatan guru untuk
nienciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas. Pengelolaan kelas
sebagai proses untuk mengontrol tingkah laku siswa ke arah disiplin. Bila
timbul masalah-masalah yang merusak ketertiban atau kedisplinan kelas, maka
perlu adanya pendekatan:
a.
Perintah dan larangan
b.
Penekanan dan penguasaan
c.
Penghukuman dan pengancaman
d.
Pendekatan perintah dan larangan
5.
Pendekatan
Permisif
Pendekatan
yang primisif dalam pengelolaan kelas merupakan seperangkat kegiatan pengajar
yang memaksimalkan kebebasan peserta didik untuk melakukan
sesuatu.Sehingga bila kebebasan ini dihalangi dapat menghambat perkembangan
peserta didik. Berbagai bentuk pendekatan dalam pelaksanaan pengelolaan kelas
ini banyak menyerahkan segala inisiatif dan tindakan pada diri peserta
didik.
DAFTAR PUSTAKA
Djamarah,
Syaiful Bahri. 2000. Guru dan Anak Didik Dalam
Interaksi Edukatif.Jakarta: Rineka Cipta.
Suhardan,
Dadang et.all. 2009. Manajemen Pendidikan. Alfabeta : Bandung.
Sulistiyirini.
2006. Manajemen Pendidikan Islam. Surabaya: Lembaga Kajian Agama
dan Filsafat/Elkaf
Syukron katsiran ukhti...
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusMaterinya bagus kak
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat 👍
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusmembantu sekali materinya, terimakasih
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusMaterinya bagus, sangat bermanfaat🙏
BalasHapusSngat brmnfaat
BalasHapusSangat bermanfaat sekali
BalasHapusSangat bermanfaat, terima kasih
BalasHapusMaterinya lengkap
BalasHapus