Disiplin
dimaksudkan sebagai upaya untuk mengatur perilaku anak dalam mencapai tujuan
pendidikan, karena ada perilaku yang harus dicegah atau dilarang, dan
sebaliknya, harus dilakukan. Pembentukan disiplin pada saat sekarang buakn
sekedar menjadikan anak agar patuh dan taat pada atyran dan tata tertib tanpa
alas an sehingga mau menerima begitu saja, melainkan sebagai usaha
mendisiplinkan diri sendiri (self discipline). Artinya ia berperilaku baik,
patuh dan taat pada aturan bukan karena paksaan dari orang lain atau guru
melainkan karena kesadaran dari dirinya.
Disiplin
bukanlah kepatuhan lahiriah, bukanlah paksaan, bukanlah ketaatan pada otoritas
gurunya untuk menuruti aturan. Disiplin adalah suatu sikap batin, bukan
kepatuhan otomatis. Siswapun bertanggung jawab untuk menciptakan suasana kelas
yang baik. Suasana kelas yang tidak tegang, ada kebebasan tapi ada pula
kerelaan mematuhi peraturan dan tata tertib sekolah.
Dari beberapa
pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin adalah ketaatan dan
ketepatan pada suatu aturan yang dilakukan secara sadar tanpa adanya dorongan
atau paksaan pihak lain atau suatu keadaan di mana sesuatu itu berada
dalam tertib, teratur dan semestinya serta tiada suatu pelanggaran-pelanggaran
baik secara langsung maupun tidak langsung.
B.
Bentuk – Bentuk Disiplin Belajar Siswa
1.
Disiplin
siswa dalam menentukan dan menggunakan cara atau strategi belajar
Keberhasilan siswa dalam studinya dipengaruhi oleh cara belajarnya. Siswa yang memiliki cara belajar yang efektif
memungkinkan untuk mencapai hasil atau prestasi yang lebih tinggi dari pada
siswa yang tidak mempunyai cara belajar yang efektif. Untuk belajar secara
efektip dan efisien diperlukan kesadaran dan disiplin tinggi setiap siswa.
Belajar secara efektip dan efisien dapat dilakukan oleh siswa yang berdisiplin.
Siswa yang memiliki disiplin dalam belajarnya akan berusaha mengatur dan
menggunakan strategi dan cara belajar yang tepat baginya. Jadi langkah pertama
yang perlu dimiliki agar dapat belajar secara efektip dan efisien adalah
kesadaran atas tanggung jawab pribadi dan keyakinan bahwa belajar adalah untuk
kepentingan diri sendiri, dilakukan sendiri dan tidak menggantungkan nasib pada
orang lain.
Hal ini sejalan dengan pendapat yang menyatakan belajar akan lebih berhasil
apabila
kita memiliki :
a. Kesadaran atas tanggung jawab belajar
b. Cara belajar yang efisien
c. Syarat-syarat yang diperlukan ( Oemar Hamalik,Metoda Belajar Dan Kesulitan-Kesulitan Belajar(Bandung:
Tarsito,2005)
Selain memiliki strategi belajar siswa yang tepat, siswa juga perlu
memperhatikan metode atau cara yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dalam
belajarnya. Seperti yang kita ketahui belajar bertujuan untuk mendapat
pengetahuan, sikap, kecakapan dan keterampilan. Cara yang demikian itu jika
dilakukan dengan penuh kesadaran dan disiplin tinggi maka akan menjadi suatu
kebiasaan, dan kebiasaan dalam belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar.
Demikianlah cara-cara belajar yang perlu diperhatikan oleh setiap siswa,
karena dengan memiliki cara belajar yang baik akan membantu siswa dalam
mencapai prestasi yang tinggi, dan cara tersebut dapat dilaksanakan dengan baik
secara teratur setiap hari, apabila siswa memiliki sikap disiplin. Jadi siswa
yang pada dirinya tertanam sikap disiplin akan selalu mencari dan menentukan
cara belajar yang tepat baginya.
2. Disiplin terhadap pemanfaatan waktu
a. Cara mengatur waktu belajar.
Salah satu masalah yang sering dihadapi oleh pelajar
atau siswa adalah banyak pelajar atau siswa yang mengeluh kekuragan waktu untuk
belajarnya, tetapi mereka sebenarnya kurang memiliki keteraturan dan disiplin
untuk mempergunakan waktu secara efisien. Banyak waktu yang terbuang-buang
disebabkan karna mengobrol omongan-omongan yang tidak habis-habisnnya. Sikap
yang demikian itu harus ditinggalkan oleh siswa karena yang demikian itu tidak
bermanfaat baginya.
Tidak dapat dipungkiri bahwa orang-orang yang berhasil
mencapai kesuksesan dalam hidupnya adalah orang-orang yang hidup teratur dan
berdisiplin memanfaatkan waktunya. Dalam ajaran islam disiplin dalam
pemanfaatan waktu sangat dianjurkan, disiplin bukan hanya dalam pemanfaatan
waktu belajar saja, tetapi disiplin perlu juga dilakukan oleh setiap orang
dalam setiap waktu dan kesempatan.
Dalam belajar pemanfaatan waktu secara baik dan
dikerjakan dengan baik dan tepat waktu adalah merupakan hal yang terpuji. Dari
uraian di atas dapat dipahami bahwa penggunaan atau pamanfaatan waktu dangan
baik menumbuhkan disiplin dalam mempergunakan waktu secara efisien.
b. Pengelompokan waktu.
Banyak siswa yang belajarnya kurang dapat memanfaatkan waktunya dengan
sebaik-baiknya karena tidak membagi-bagi waktunya untuk macam-macam keperluan,
oleh karna itu, berbagai segi dan teknik untuk mengatur pemakaian waktu perlu
dipahami sebagai langkah untuk mengembangkan keterampilan mengelola waktu
studi.
c. Penjatahan waktu belajar.
Setiap siswa perlu mengadakan prinsip belajar secara taratur.dan untuk belajar secara teratur setiap hari
harus mempunyai rencana kerja. Agar siswa tidak bayak membuang waktu untuk
memikirkan mata pelajaran yang akan dipekajari suatu saat dan apa yang harus
dikerjakannya. Oleh karna itu agar siswa tidak dihinggapi keraguan-keraguan
terhadap apa yang hendak dipelajarinya maka ia harus punya rencana kerja atau
daftar waktu dalam belajar.
3. Disiplin terhadap tugas.
a. Mengerjakan tugas rumah
Salah satu prinsip belajar adalah ulangan dan latihan. Sejalan dengan
pendapat yang mengatakan bahwa : ”Mengerjakan tugas dapat berupa pengerjaan tes
atau ulangan atau ujian yang diberikan guru, tetapi juga termasuk membuat atau
mengerjakan latihan-latihan yang ada dalam buku ataupun soal-soal buatan
sendiri”(Slameto, Belajar Dan Faktor-Fakto yang Mempengaruhinya(Jakarta: Rineka
Cipta,2003)
Berdasarkan pendapat tersebut di atas maka, tugas itu dapat berupa tes atau
ulangan dan juga dapat berupa latihan-latihan soal atau pekerjaan rumah.jika siswa mempunyai kebiasaan untuk melatih
diri mengerjakan soal-soal latihan serta mengerjakan pekerjaan rumah dengan
disiplin, maka siswa tersebut tidak akan terlalu kesulitan dalam belajarnya,
serta dapat dengan mudah mengerjakan setiap pekerjaan rumah yang diberikan oleh
guru.
b. Mengerjakan tugas di sekolah
Adapun tugas di sekolah mencakup mengerjakan latihan-latihan tes atau
ulangan harian, ulangan umum ataupun ujian, baik yang tertulis maupun lisan.
Dalam menghadapi tugas-tugas di atas perlu dilaksanakan langkah-langkah
persiapan sebagai berikut :
1) Hindarilah belajar terlalu banyak pada saat-saat
terahir mengerjakan tes (semua bahan hendaknya sudah siap jauh-jauh
sebelumnya).
2) Pelajarilah kembali bahan yang sudah pernah didapat
secara teratur sehari atau dua hari sebelumnya.
3) Buatlah suatu ringkasan atau garis besar tentang bahan
yang sedang dipelajari kembali itu.
4) Pelajarilah juga latihan soal dan hasil tugas yang
sudah pernah dikerjakan.
5) Peliharalah kondisi kesehatan.
6) Konsentrasikan seluruh perhatian terhadap tugas yang
akan ditempuh.
7) Siapkanlah segala alat atau perlengkapan-perlengkapan
yang diperlukan dan jika diperlukan syarat-syarat tertentu, bereskanlah seawal
mungkin.
4. Disiplin terhadap tata tertib
Didalam proses balajar mengajar, disiplin terhadap tata tertib sangat
penting untuk diterapkan, karna dalam suatu sekolah tidak memiliki tata tertib
maka proses belajar mengajar tidak akan berjalan dengan lancar sesuai dengan
rencana. Antara peraturan dan tata tertib merupakan suatu kesatuan yang tidak
dapat dipisahkan sebagai pembentukan disiplin siswa dalam mentaati peraturan di
dalam kelas maupun diluar kelas.
Untuk melakukan disiplin terhadap tata tertib dengan baik, maka guru
bertanggung jawab menyampaikan dan mengontrol berlakunya peraturan dan tata
tertib tersebut. Dalam hal ini staf sekolah atau guru perlu terjalinnya kerja
sama sehingga tercipta disiplin kelas dan tata tertip kelas yang baik tampa
adanya kerja sama tersebut dalam pembinaan disiplin sekolah maka akan terjadi
pelanggaran terhadap peraturan dan tata tertip sekolah serta terciptanya
suasana balajar yang tidak diinginkan.
Dengan demikian untuk terciptanya disiplin yang harmonis dan terciptanya
disiplin dari siswa dalam rangka pelaksanaan peraturan dan tata tertib dengan
baik, maka di dalam suatu lambaga atau lingkungan sekolah perlu menetapkan
sikap disiplin terhadap siswa, agar tercipta proses
belajar mengajar yang baik.
DAFTAR PUSTAKA
R.Terry, George dan Leslie W.Rue.
2010. Dasar-Dasar Manajemen. Jakarta:
Bumi Aksara.
R.Terry, George. 2006. Prinsip- Prinsip Manajemen. Jakarta:
Bumi Aksara.
Sangat membantu sekali
BalasHapusSangat membantu sekali kak
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat kak👍
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat 👍
BalasHapusBagus sekali kak, semoga bermanfaat bagi sesama
BalasHapusbagus materinya kak, terimakasih
BalasHapusSangat membatu
BalasHapusMaterinya bermanfaat kak
BalasHapusMaterinya bagus, sangat bermanfaat🙏
BalasHapussangat bermanfaat kak.. semoga bisa diterapkan
BalasHapusSangat membantu sekali
BalasHapusSngat brmnfaat
BalasHapusSngt bermanfaat kak
BalasHapusSangat bermanfaat, terima kasih
BalasHapusMaterinya lengkap terimakasih
BalasHapus