A.
Konsep Manajemen
Pembelajaran
Manajemen
diartikan sebagai proses merencana, mengorganisasi, memimpin dan mengendalikan
upaya organisasi dengan segala aspeknya agar tujuan organisasi tercapai secara
efektif dan efisien. Jadi, manajemen merupakan serangkaian proses yang
dilaksanakan dalam sebuah kegiatan guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan
dan diharapkan.
Banyak
ahli yang memberikan definisi tentang manajemen yang dikutip oleh Dayat dalam
Jurnal tentang pengantar teori Manajemen, diantaranya:
1.
Harold Koontz & O’
Donnel dalam bukunya yang berjudul “Principles of Management” mengemukakan,
“manajemen adalah berhubungan dengan pencapaian sesuatu tujuan yang dilakukan
melalui dan dengan orang-orang lain”.
2.
George R. Terry dalam buku
dengan judul “Principles of Management” memberikan definisi: “manajemen adalah
suatu proses yang membedakan atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan
pelaksanaan dan pengawasan, dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni, agar
dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya”.
3.
G.R. Terri, manajemen
diartikan sebagai proses yang khas yang terdiri atas perencanaan,
pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan
dan usaha mencapai sasaransasaran dengan memanfaatkan sumber daya manusia dan
sumber daya lainnya.
4.
James A. F. Stoner,
manajemen diartikan sebagai proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan,
dan pengawasan upaya (usahausaha) anggota organisasi dan menggunakan semua
sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
5.
Oei Liang Lie, manajemen
adalah ilmu dan seni perencanaan pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian
dan pengawasan sumber daya manusia dan alam, terutama sumber daya manusia untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan .
Berdasarkan
beberapa pendapat para ahli di atas, maka manajemen dapat diartikan sebagai
aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan, agar terpusat dalam usaha
mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. Disamping itu,
manajemen bertugas memadukan sumber-sumber pendidikan secara keseluruhan dan
mengontrol/mengawas agar tepat dengan tujuan pendidikan yang melibatkan
fungsi-fungsi pokok manajemen.
Setelah mengetahui masing-masing
pengertian dari manajemen dan pembelajaran, selanjutnya manajemen pembelajaran
artinya yaitu suatu usaha untuk mengelola sumber daya yang digunakan dalam
pembelajaran, sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.Manajemen
pembelajaran juga merupakan suatu usaha dan kegiatan yang meliputi pengaturan
seperangkat program pengalaman belajar yang disusun untuk mengembangkan
kemampuan peserta didik sesuai dengan tujuan organisasi atau sekolah.
Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen pembelajaran
adalah proses pengelolaan dalam kegiatan belajar mengajar.
yang dimulai dari proses
perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengendalian dan penilaian
dalamrangka mencapai tujuan pendidikan. Manajemen pembelajaran memiliki arti
penting dalam sebuah proses pendidikan., dimana dengan adanya manajemen dalam
sebuah proses pembelajaran diharapkan tujuan pembelajaran akan terpenuhi,
sehingga langkah-langkah dalam proses pembelajaran yang dimulai dari perencanaan
hingga evaluasi mampu mewujudkan pencapaian tujuan pembelajaran pada umumnya
dan efektivitas belajar bagi peserta didik pada khususnya. Karena dengan
manajemen pembelajaran yang baik tentunya juga akan berdampak pada kegiatan
pembelajaran yang terarah dan mampu menciptakan kondisi pembelajaran yang
optimal.
B.
Tujuan Manajemen
Pembelajaran
Upaya
merumuskan tujuan pembelajaran dapat memberikan manfaat tertentu, baik bagi
guru maupun siswa.
Nana Syaodih Sukmadinata
mengidentifikasi 4 (empat) manfaat dari tujuan pembelajaran,
yaitu:
1.
Memudahkan dalam
mengkomunikasikan maksud kegiatan
belajar
mengajar
kepada siswa, sehingga
siswa dapat melakukan
perbuatan belajarnya secara lebih mandiri;
2.
Memudahkan guru memilih dan
menyusun bahan ajar;
3.
Membantu memudahkan
guru menentukan kegiatan
belajar dan media pembelajaran;
4.
Memudahkan guru mengadakan
penilaian.
Tujuan Manajemen pembelajaran
Tujuan manajemen pendidikan erat sekali dengan tujuan pendidikan secara umum,
karen manajemen pendidikan pada hakikatnya merupakan alat untuk mencapai tujuan
pendidikan secara optimal. Apabila dikaitkan dengan pengertian manajemen
pendidikan pada hakikatnya merupakan alat mencapai tujuan. Adapun tujuan
pendidikan nasional yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didik agar
menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab.7 Tujuan pokok mempelajari manajemen
pembelajaran adalah untuk memperoleh cara, teknik dan metode yang
sebaik-baiknya dilakukan, sehingga sumber-sumber yang sangat terbatas seperti
tenaga, dana, fasilitas, material maupun spiritual guna mencapai tujuan
pembelajaran secara efektif dan efisien.
Secara rinci tujuan manajemen
pendidikan antara lain:
a.
Terwujudnya suasana belajar
dan proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan
menyenangkan (PAIKEM).
b.
terciptanya peserta didik yang aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, ketrampilan yang
diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
c.
Tercapainya tujuan
pendidikan secara efektif dan efisien.
d.
Terbekalinya tenaga pendidikan dengan teori
tentang proses dan tugas administrasi pendidikan.
e.
Teratasinya masalah mutu
pendidikan.
C.
Kebijakan tentang
manajemen pembelajaran
a.
Perencanaan kebijakan.
Perencanaan merupakan
usaha yang dilakukan
kepala sekolah untuk mengembangkan
strategi yang akan
dilaksanakan, antara lain membantu
kepala sekolah dan
staf untuk mengubah
kondisi pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.
1.
Peningkatan kualitas guru.
Untuk menciptakan out put yang
berkualitas faktor terpenting adalah
peningkatan kualitas guru.
Peningkatan ini diusahakan
untuk dapat bertahan menghadapi
persaingan yang ada
tuntutan mengenai peningkatan guru
memang seharusnya dilakukan
dengan tujuan mampu
mengikuti perkembangan saat
ini, yang diharapkan kependidikan guru
benar-benar memenuhi standar
yang diinginkan pemerintah dan intansi terkait.
2.
Kegiatan belajar mengajar
(KBM).
Agar diperoleh
hasil yang memuaskan
maka terlebih dahulu sekolah harus
melakukan perubahan yang
mendasar terkait dengan kegiatan belajar mengajar
3.
Siswa “sebagai pusat”
(student centered learning).
Siswa adalah sentral
pelaksanaan pembelajaran, atau dalam
artian pembelajaran terfokus pada siswa secara totallitas. Oleh karena
itu guru
memberi peluang bagi
siswa untuk secara
alami mengembangkan diri hingga
ketingkat yang lebih
tinggi.
Kekreatifitasan dan siswa aktif
yang sangat diharapkan. Pihak sekolah fokus
pada intelektual (intellectual
focus), dimana sekolah memfokuskan diri
untuk membantu anak
didiknya mengembangkan
kebiasaan menggunakan otak
intelektualnya secara baik.
Disamping itu juga pengajaran dan pembelajaran harus
bersifatdipersonalisasikan untuk
memaksimumkan potensi anak
didik yang telah
dimilikinya, sehingga siswa menjadi pembelajar aktif.
4.
Sarana dan Prasarana
Yang dimaksud
prasarana pendidikan adalah
bangunan sekolah, dan alat
perabot sekolah. Prasarana
pendidikan ini juga berperan
dalam proses belajar
mengajar walaupun secara
tidak langsung sarana dan prasarana yang ada digunakan sebagai perantara
dalam proses belajar
mengajar, untuk lebih
mempertinggi efektifitas dan efisiensi
dalam mencapai tujuan
pendidikan.
b.
Pengambilan keputusan.
Dapat dipahami
bahwa pengambilan keputusan
ialah proses pemecahan masalah
dengan menentukan pilihan dari beberapa alternatif untuk menetapkan
suatu tindakan dalam
mencapai tujuan yang diinginkan. Keputusan ada yang bersifat
terstrukturdan ada yang bersifat tidak
terstruktur. Keputusan terstruktur
dapat diambil manakala informasi, data,
dan fakta tersedia
secara lengkap untuk
memecahkan masalah sesuai prosedur.
Sedangkan putusan tidak
berstruktur adalah putusan yang
diambil manakala data dan informasi tidak tersedia untuk pengambilan keputusan.
c.
Kebijakan sekolah.
Membangun komunitas
belajar yang produktif
dan memotivasi siswa agar
terlibat dalam kegiatan
yang bermakna adalah
tujuan utama pengajaran. Sebaliknya
guru-guru yang efektif
menerapkan berbagai strategi secara
independen sehingga motivasi
menjadi sebuah aspek permanen kelasnya yang kebutuhan
psikologis siswa-siswanya terpenuhi bahwa mereka menemukan kegiatan belajar
yang menarik dan bermakna serta mereka yakin akan berhasil.
D.
Peran guru dalam
manajemen kelas
Guru
memiliki peran sebagai salah satu unsur pengelolapendidikan
pada suatu
lembaga pendidikan yang
terlihat langsung dalam mentransfer pengetahuan kepada siswa,
harus mampu mengelola kelasnya, merumuskan tujuan pembelajaran secara opersional,
menentukan materi pembelajaran, menetapkan metode
yang sesuai dengan
tujuan pembelajaran,
melaksanakan kegiatan pembelajaran,
mengevaluasi hasil belajar
dan kemampuan profesional guru
lainnya, agar proses
belajar mengajar dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang
hendak dicapai. Peran dan fungsi guru berpengaruh terhadap
pelaksanaan pendidikan di
sekolah. Di antara
peran dan fungsi guru tersebut adalah sebagai berikut:
a. Guru sebagai Pendidik
Guru adalah pendidik, yang menjadi
tokoh, panutan dan identifikasi bagi
para peserta didik,
dan lingkungannya. Oleh
karena itu, guru harus memilki standar
kualitas tertentu, yang
mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri, dan disiplin.
b. Guru sebagai Pengajar
Kegiatan belajar
peserta didik dipengaruhin
oleh berbagai faktor, seperti motivasi,
kematangan, hubungan peserta
didik dengan guru,kemampuan verbal,
tingkat kebebasan, rasa
aman dan keterampilan guru dalam
ber komunukasi. Jika
faktor-faktor di atas
dipenuhi, maka melalui
pembelajaran peserta didik dapat belajar dengan baik. Guru harus berusaha membuat
sesuatu menjadi jelas
bagi peserta didik
dan terampil dalam memecahkan
masalah.
c. Guru sebagai Pembimbing
Guru
dapat diibaratkan sebagai
pembimbing perjalanan, yang berdasarkan pengetahuan
dan pengalamanya bertanggungjawab atas kelancaran perjalanan
itu. Dalam hal
ini, istilah perjalanan
tidak hanya menyangkut fisik
tetapi juga perjalanan
mental, emosional, kreatifitas, moral dan spiritual yang lebih
dalam dan kompleks.
d.
Guru sebagai Pelatih
Proses
pendidikan dan pembelajaran
memerlukan latihan keterampilan,
baik intelektual maupun
motorik, sehingga menuntut
guru untuk bertindak sebagai
pelatih. Hal ini
lebih ditekankan lagi
dalam kurikulum 2004 yang berbasis kompetensi, karena tanpa latihan tidak
akan mampu menunjukkan penguasaan kompetensi dasar dan tidak akan mahir
dalam berbagai keterampilan
yang dikembangkan sesuai
dengan materi standar.
e.
Guru sebagai Penasehat
Guru
adalah seorang penasehat
bagi peserta didik
juga bagi orang tua, meskipun mereka tidak memilki
latihan khusus sebagai penasehat dan dalam beberapa hal tidak dapat berharap
untuk menasehati orang.
f.
Guru sebagai Pembaharu
(Inovator)
Guru
menerjemahkan pengalaman yang
telah lalu ke
dalam kehidupan yang bermakna
bagi peserta didik
g.
Guru sebagai Model dan
Teladan
Guru
merupakan model atau
teladan bagi peserta
didik dan semua orang
yang menganggap dia
sebagai guru.
h.
Guru sebagai Pendorong
Kreatifitas
Kreatifitas merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran
dan guru
dituntut untuk mende
akan monstrasikan dan menunjukkan kreatifitas tersebut.
i.
Guru sebagai Pekerja Rutin
Guru
bekerja dengan ketrampilan
dan kebiasaan tertentu,
serta kegiatan rutin yang
amat diperlukan dan
seringkali memberatkan. Jika kegiatan tersebut tidak dikerjakan
dengan baik, maka bisa mengurangi atau merusak keefektifan guru pada semua
peranannya.
j.
Guru sebagai Pemindah kemah
k. Guru sebagai Pembawa Cerita
l.
Guru sebagai Aktor
m. Guru sebagai Emansipator
n. Guru sebagai Evaluator
o. Guru sebagai Pengawet
p. Guru sebagai Kulminator
E.
Kode Etik guru
Guru profesional
memiliki kemampuan dan
kekuatan unik yang
bisa saja digunakan untuk
tujuan yang baik
ataupun buruk.oleh sebab
itu, didalam profesi harus
ada kode etik
yang dijujung tinggi
oleh para anggotanya.
Dengan kata lain, kemampuan dan
kekuatan itu membawa
serta tanggung jawab
moral khusus untuk mengarahkan kepada tujuan yang
baik.Salah satu unsur
penentu atau pelaku
utama terjadinya proses
belajar mengajar dan sekaligus sebagai faktor penentu keberhasilan
tujuan pendidikan secara umum serta tujuan
proses belajar mengajar
khususnya adalah guru.
Guru adalah sosok seorang pahlawan yang
memiliki jasa yang
sangat besar dalam
dunia pendidikan karena mereka
kita dapat menjadi
manusia yang berguna bagi
agama,masyarakat, bangsa dan
negara serta bagi
keluarga. Seorang guru
dalam dunia pendidikan formal
mempunyai tugas yang sangat banyak dan kompleks bukan seperti penafsiran
sebagian orang yang menganggap bahwa seorang guru itu hanya bertugas
memberikan mata pelajaran
saja tetapi selain
itu mereka juga
memiliki tugus yang
lain.
Namun
pendapat sebagian mereka
yang menganggap bahwa guru
itu hanya memberikan teori
pelajaran adalah tidak
dapat dipersalahkan begitu
saja, karena memang ada
sebagian guru yang
hanya memberikan teori
saja tanpa memikirkan usaha untuk mengadakan penbinaan
lebih jauh terhadap anak didik. Hal ini disebabkan karena sang guru belum
memahami secara jelas akan tugas dan tanggung jawabnya. Untuk itu demi lebih
terarahnya akan tugas dan tanggung jawab
seorang guru, maka
suatu profesi keguruan
terasa perlu untuk
menerapkan aturan-aturan,norma-norma,kaida-kaida tertu yang dapat
dijadikan bagi seorang guru sebagai pedoman dalam melaksanakan tugasnya sebagai
tenaga pengajar.
a. Guru berbakti membimbing anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia
pembangunan yang berpancasila.
b. Guru memiliki kejujuran
profesional dalam menerapkan
kurikulum sesuai kebutuhan anak
didik masing-masing.
c. Guru mengadakan komunikasi,
terutama dalam memperolah
imformasi tentang anak anak
didik, tetapi menghindarkan
diri dari segala
bentuk penyalahgunaan.
d. Guru menciptakan suasana
kehidupan sekolah dan memelihara hubungan dengan orang tua anak didik
sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik.
e. Guru memelihara hubungan
baik dengan masyarakat
di sekitar sekolahnya maupun masyarakat yang lebih luas
untuk kepentingan pendidikan.
f. Guru sendiri atau bersama-sama berusaha mengembangkan dan
meningkatkan mutu profesinya.
g. Guru menciptakan dan
memelihara hubungan antara
guru, baik berdasar lingkunag kerja maupun dalam
hubungan keseluruhan.
h. Guru secara hukum bersama-sama memelihara, membina, dan
meningkatkan mutu organisasi guru profesional sebagai sarana pengabdiannya.
i.
Guru
melaksanakan segala ketentuan
yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang
pendidikan.
DAFTAR
PUSTAKA
Prihatin, Eka. 2011. Manajemen peserta
didik. Bandung : alfabeta.
Sagala, syaiful. 2003. Konsep dan
makna pembelajaran. Bandung ; alfabeta
Materi nya bagus kakak, semoga bermanfaat🤩
BalasHapusTerimakasih kak🙏 sangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih kak🙏 sangat bermanfaat
BalasHapusJelaskan perbedaan antara guru sebagai aktor dan guru sebagai pengawet pada tulisan ukhti??
BalasHapusTerimakasih.. Matarinya sangat membantu
BalasHapusBagus sekali materinya buk..
BalasHapusDan sangat membantu sekali 😍😍
Materi yang di sampaikan mudah di mengerti dan sangat bermanfaat😀
BalasHapusSangat membantu saya dalam membuat tugas kuliah..
BalasHapusTerima kasih.
Materinya sangat bagus sekali kak
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusBermanfaat sekali kak
BalasHapussangat membantu sekali materinya
BalasHapusSangat bermanfaat dan bagus materinya
BalasHapusMaterinya bagus, sangat bermanfaat🙏
BalasHapussangat bermanfaat kak.. semoga bisa diterapkan
BalasHapusBermanfaat sekali
BalasHapusTerimakasih
HapusSngat brmnfaat
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusTerimakasih
HapusSangat bermanfaat, terima kasih
BalasHapus